Showing posts with label sajak. Show all posts
Showing posts with label sajak. Show all posts

Friday, July 17, 2020

TRIBUTE - ALLAHYARHAM CIKGU ROSLI ABDUL AZIZ

Sajak ini di tujukan khas untuk Allahyarham Cikgu Rosli Abdul Aziz. Meninggal dunia kerana terjatuh dari tingkat 1, ketika membetulkan paip air di SK Batu Gajah Tanah Merah Kelantan pada 14 Julai2020.


Usai perkhabaran yang hadir
terbungkam kelu
aku terpalit rasa
walau tidak pernah bersua
aku lebih mengerti
pengorbanan mu cikgu
bukan rahasia
segala macam rencam digalas
penuh kerelaan dan cinta.

Inilah ketentuan
dalam syukur
untuk kembali menyambut anak didik
kau juga seperti aku
ingin menatap memeluk rindu
anak-anak tercinta
setelah lama terpisah
angkara pandemic yang menggempa.

Ini takdirnya
dalam menghadapi kesibukan menyiapsiaga
SOP dalam PKPP
kau rebah ke bumi
buat selamanya
membawa hasrat murni
menjaga keselamatan
warga SK Batu Gajah, Tanah Merah Kelantan.

Aku masih tersentak
dalam tangis tanpa bicara
menyelusup rasa duka
kehilangan sebutir mutiara yang terpelihara
meruntun jiwa dunia pendidikan.

Kini kau di pelataran sepi
ditemani pohon kemboja
dan wangi kasturi menyelimuti mu.  

Tuhan menyayangi mu
pergi mu tanpa selamat tinggal
pergi mu tetap dalam ingatan
pergi mu diiring doa yang panjang

Tenang lah kau di sana
perjuangan mu tetap diteruskan 
A-Fatihah......


NorM Puisirasa
16 Julai 2020












Wednesday, June 10, 2020

TEKAD



Sangka ku
jarak akan membuah rindu 
rindu akan menambat
 ampuh bersama ku


Jarak yang terpaksa kita tempuhi
merupakan medan ujian 
ujian yang paling menakutkan
kini telah menjadi kenyataan 

Jarak 
kini semakin mengundang getar
kian hari rasa direnggut ketar
persoalan ditusuk kerisauan
bicara mu semakin hambar
semakin sumbang
semakin merenggang
seolah memaksa 
cinta  tak perlu kupeluk lagi

Tika ini
aku terpaksa merelakan
langit yang biru
dilitupi mendung hitam
pelangi pun tak sudi menerpa wajah
semua tidak seperti yang kita impikan 
semua tidak seperti yang kita janjikan
cinta hanya hadir dalam mimpi  
tersisa dalam  angan yang fana

Penantian  melemaskan
terperangkap dalam rindu yang membelenggu
sebelum luka ditusuk makin dalam
mengunsung kepiluan siang dan malam
 aku melangkah pergi
perlahan ku ubati kesakitan ini

Aku akan belajar
untuk membuang segala rindu
 aku tak mampu
rindu-rindu itu perlahan akan meluruh
usai hati terus mengeluh
 aku tetap tidak rapuh
sakit ini akan tetap sembuh
aku akan bangun 
 terus merempuh

Aku akan belajar
untuk menghapus segala cinta
menahan tangis yang merintih
cinta-cinta itu hanya perasaan
 menyinggah sementara
untuk ku nikmati sebentar cuma

Aku akan belajar
menjadi satria
terus berjuang
tanpa meratap kekhilafan sendiri
menyimpan dendam yang bersarang
walau diri berperang
 tetap bertahan
aku yakin 
jejak ku akan menolak ku ke puncak
kerana tuhan masih menyayangi ku.

                                    NorM 10 Jun 2020




Monday, June 01, 2020

RINDU YANG SENDIRI





 Aku tak ingin berhenti 
merindui mu
setelah beberapa kali sabar 
aku masih dapat bertahan
dalam kesendirian yang payah 
untuk menemukan tubuhmu yang benar

Aku menikmati kesendirian ini
dalam kamar yang kecil dan sunyi
kertas, pen dan laptop di sisi
menjadi peneman setia 
merelakan di coret setiap rasa yang terhiris
dari kerinduan yang  menjerih

Aku melihat kenangan itu
kala ku lihat wajah mu
dalam lireh mata mu yang redup
indahnya sebuah cinta 
kau mewarnai langit yang muram
dengan pelangi yang bersinar
tika hujan merintih suram.

Jarak ini telah memisahkan
antara 2 jiwa yang terlara
berjauhan dengan mu
serasa rindu semakin menjauh
aku kah yang semakin dekat
atau engkau yang semakin meninggalkan
ku cuba mencuit hati yang murung
namun sukmaku semakin relung
ingin ku raih tangan mu
namun engkau hanyalah bayangan
yang tak bisa ku sentuh
engkau hanyalah kenangan 
yang tetap abadi di hati
yang tetap ada dalam kesendirian ku


Waktu pun berdetak dan berlalu
perih mula terasa
 aku masih merindu
menanti bicara terus berlagu
untuk melengkapi kesendirian yang sepi
namun suara itu tidak kedengaran lagi
dan sedikit pun engkau tidak peduli
kegusaran yang menyelinap di kepala
nada kelukaan menyentap bara
membunuh rindu yang membuku
kini rindu membunuh ku 
dalam kesendirian yang pilu

Aku masih dibalut rindu
merawat rindu dalam kesendirian
di pelantar sendu.

                                                        NorM 1Jun 2020







Saturday, May 30, 2020

BISAKAH




Mencintai mu bukan satu kesilapan
mencintai mu juga bukan satu kesalahan
mencintai mu menjadikan aku sang perindu
 yang cemburu
mencintai mu mengajar aku merelakan

 Hadir mu kasih melempias suatu keindahan.
dalam aspirasi yang hangat dan semangat
menolak segala yang muskil
mengenepikan segala alasan
ikatan berbunga dalam rasa hormat
secebis rasa
 kau semaikan melekat erat

Kini kau ingin menjauh
atas alasan yang tak pasti
atas sebab yang tidak ku mengerti
kau ingin menjauh
membawa separuh dari raga ku
menjauh menjauh jauhhhh

Kemarin kau bicara
hubungan kita tetap ada
namun kau hilangkan semua
usai kau lemparkan segala
rasa yang tersemat di jiwa
punah di lontar tanpa peduli
tersangat dalam sekali.

Sayang......
aku lah yang paling terkesan
 rasa yang membara
kian menjarak
saat perpisahan kita
pengharapanku semakin tipis
tak perlu berbicara lagi
tentang cinta dan masa depan

bisakah ku padamkan perasaan ini
bisakah ku lenyapkan rindu  yang memeluk ku saban hari
bisakah ku tolak segala keindahan yang kita nikmati
bisakah ku pertahankan .....
seluruh cinta adalah nadi yang mengalir
dalam denyut harapan
semakin engkau menjauh
semakin aku dekat pada mu


                                                           NorM 29 Mei 2020