Friday, January 15, 2021
Saturday, January 09, 2021
MENGULIT RASA
Tika senja berlabuh
kenangan menyingkap satu pencarian
mengaprisiasi sebuah nama
kemarin adalah purnama
dambaan sang arjuna.
Pertemuan di hujung daerah
dalam dua dimensi berbeza
menari di pentas maya
menguntum keserasian
beronak emosi
irama gementar
menerbitkan rima cinta
lahir dalam ikatan yang misteri.
Tersisip debunga
menyubur mewangi
dikecap rindu bermalam
lena dalam tidur
meraih ketenangan
damai dan nyaman.
Perjalanan ini tiada titik pertemuan
destinasi tetap infiniti
terhenti di garisan yang fana
batas yang tercipta
dalam kerelaan yang pasti.
Kita hanya ingin menikmati
warna pelangi yang indah
menyapu titis-titis hujan
mengutip puing duka
lalu melontar terus ke pusara
melenyapkan derita
tenggelam dalam pesona bahagia.
Kita sering bercanda
cerita mu
cerita ku
mengulit satu rasa
dalam kerinduan yang menyala
menyuntik semangat
untuk terus tegar
mengejar impian yang sendiri.
Pengakhiran ceritera
membibit cinta abstrak
pasrah dan redha
cinta bukan untuk bersama.
NorM PUISIRASA
10 Januari 2021
Saturday, November 28, 2020
Monday, November 16, 2020
CERITA LUKA SEMALAM
Cerita luka semalam
Melihatkan
ufuk merah
Kelam seakan
menghitam
Menengelamkan
bayang kelmarin
Sita kembali
menjejak
Semalam yang
telah lama bisu
Semalam yang
luka dan pedih
Satu persatu
hari di intai
Menyatu
butiran piruz yang berserakan
Masa Sita masih
merenung bulan?
Membilang
kejora memintal impian
Menghitung
hari purnama jatuh ke riba
Bertahun
menginjak dekad
Sita masih
terpaku kaku
Mengharap
pada yang tiada
Menanti pada
yang tiada penghujung
Mencari
noktah penantian
Kau masih
bermimpikah Sita?
Mentari
sudah menggalah
Berkali
ombak menyapa pantai
Kau tau kan
ombak tidak selalu biru
Walau
kiambang tak bertaut lagi
Usah percaya pada kilau fatamorgana
Lihat saja di tegak berdirimu
Kau masih ada aku...
Biarpun semalam luka memedihkan
Tetap tanpa semalam
Kau tak mungkin ada hari ini
Biar ku pimpin kau mengharung lara
Kuatkan gengamanmu
Kita bangkit menuju firdausi
Telan semua deritamu
Semadikan duka di noktah fana
Manjasari
Oktober 2020
Sajak ini merupakan sajak seorang rakan sekuliah semasa di UITM 1989-1984 yang menggunakan nama pena MANJASARI
Monday, November 02, 2020
HADIR
Bagai bintang yang muncul
walau tidak menerangkan
cukup untuk aku terleka
menatap kerdipan sinar
terbuai lena di ulit malam
Dalam nyata atau illusi
hadir mu di sini
mengisi ruang yang sepi
Tika senyum tak mampu diukir
tika kolam mata kekeringan
tika rasa semakin hambar
tika langkah menjadi rapuh
Satu persatu
terungkai duka
mencari sandaran
malu yang tersembunyi
menyingkap misteri tersimpan
Cinta ini tanpa syarat
terpatri padu
lahir dalam kasih yang tulus
penuh rahsia
milik aku dan kamu
Tarian hidup yang canggung
tak terungkap dengan bicara
mimpi ini tidak lagi mimpi
takdir mempertemu
menjalin rasa dalam ketulusan
dan keterbatasan yang rela
Biar di kejauhan
membuah rindu bertalu-talu
membangkit semangat
membunuh gundah
menganyam bahagia
Hidup bukan fatamorgana
hadir mu
mewarna pelangi
menyimpul awan
menghampar rindu
dalam ikatan cinta yang luhur
Terima kasih tuhan
hadir mu suatu anugerah
keyakinan yang pasti
engkau pengubat
luka yang dicebik
bila hati terbesit
Koleksi PuisiNorM
1 November 2020
Sunday, October 04, 2020
LEGA
Langkah ku telah sampai
ke destinasi akhir
mewarna alam baru
meninggalkan keributan
yang penat dan lelah
Hari ini
9 kompetensi tak perlu kugarap
E-Operasi, Hrmis dan Emis kini lenyap dibenak
SSDM, APDM dan segala E
semakin pudar dalam ingatan
seiring berlalunya hari
GPMP dan GPS tidak lagi menghampar kegusaran
SKPMg2 tidak lagi menyesak jiwa
sering membuat ku terpana pabila ditanya
tenang setenang air di kolam
menyiram dingin hati yang nyaman
Pagi ini tidak seperti semalam
tergesa kalut menerjah sekolah
menyelesaikan konflik
Guru, anak didik dan staf
isu air, bekalan elektrik yang tak pernah sudah
penyelenggaraan kerap menaik darah
kebersihan dan keselamatan
menyesak dikepala
kini......
aku menarik nafas lega
bangun yang perlahan
langkah tidak sederas biasa
usia sudah pun berbalam
satu pengharapan
sihat sejahtera meniti masa
doa bahagia yang dipinta
hingga ke akhir usia.
Pengetua bukan lagi jawatan yang di puja
mengarah, memimpin telah pun sirna
jiwa pendidik tetap melekat
cinta yang membara
selagi terdaya
ku tabur keringat dan idea
demi membangun bangsa dan agama.
NorM 25 Ogos 2020
Koleksi PUISIRASA NorM
Tuesday, August 25, 2020
TERUS MELANGKAH
Tika ku
toleh ke belakangmengutip
puing-puing kenangan tapak
yang ditinggalkanterbendung banyak kepahitan tersimpan di sanubarisendiri memamah diri dalam kepayahan yang menyiksa hati
Tika aku tersungkuraku meraungtika maruah ku di injak-injakdan harga diri tak bernilai lagiAku bertahan menangisi sakit yang berbisatenggelam dalam lautan dukalemas dalam realiti yang begitu asinglelah dalam nafas yang tercunggap
Detik inidalam tekadku lafazkan selamat tinggal mengorak
langkah ke hadapandengan semangat yang tersisauntuk memeluk tawa ceriamengisi
ruang-ruang yang terlukaatas
perjuangan yang belum reda Selamat
tinggal kenangan itukepuraan tidak perlu ku usung lagidrama hidup melaratiada lagi ku lakun episode duka ingin ku talkinkanbersemadi dalam memori yang padam
Biarpun langkah ku merapuhbiar langkah ku diperuk kejambiarkan aku mengeluh kesahkekuatan ku ..oh! tuhan
Tuhaninilah jalankubisikan mu penyemangat dirimenyelusup ke nadikumelapang dada yang tercengkammembuka pintu keinsafanuntuk aku terus sujuddalam doa tahjudaku lah hamba muyang amat merindui mu
Rabbi yassir walatuasirRabbi tamin bil khair
NorM 25 Ogos
2020KOLEKSI
PUISIRASA NOR SUBSCRIBE,
LIKE dan SHAREinoi zulpakar You Tube Channel
Subscribe to:
Comments (Atom)